Perbedaan Paid Promote dan Endorse yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

Para pebisnis yang akan melakukan promosi baiknya mengetahui apa perbedaan paid promote dan endorse. Mengikuti perkembangan jaman adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pemilik usaha yang ingin bisnisnya bertahan. Melihat fakta ini tak heran jika banyak pelaku bisnis yang akhirnya merambah dunia digital marketing.

Dalam prakteknya butuh strategi tertentu agar promosi yang dibuat meraih hasil maksimal. Salah satunya lewat paid promote, namun apakah Anda tahu dimana perbedaan paid promote dengan endorse? Simak perbedaan keduanya melalui pembahasan di bawah ini.

Pengertian Paid Promote dan Endorse, Strategi Terkini Pemasaran secara Digital

Istilah paid promote dan endorse mungkin sudah tidak asing lagi, terutama bagi Anda yang berkecimpung di dunia digital marketing. Keduanya merupakan strategi yang banyak dipakai untuk mendongkrak penjualan.

Sesuai dengan istilahnya, paid promote berarti promosi berbayar, dilakukan oleh pemilik usaha dengan menyewa seseorang yang berpengaruh di media sosial untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, ada juga istilah endorse yang memiliki makna kurang lebih sama. Namun meski terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan.

Paid Promote

Perbedaan Paid Promote dan Endorsement

Setelah memahami pengertian diantara keduanya, kini saatnya Anda memahami perbedaannya sebelum menentukan untuk menggunakan strategi promosi yang mana. Perbedaan paid promote dan endorse :

● Mekanisme

Perbedaan antara paid promote dan endorse yang pertama bisa dilihat dari mekanisme yang dipakai. Paid promote menggunakan konten (gambar dan tulisan) yang telah disediakan oleh brand. Selanjutnya pemilik akun hanya perlu mengunggahnya Sedangkan pada endorse, pemilik brand akan mengirimkan barang kepada pemilik akun dan membebaskan mereka berkreasi berdasarkan SOW yang telah disepakati.

● Pembayaran

Selanjutnya perbedaan keduanya terletak pada cara pembayaran. JIka jasa paid promote selalu berbayar maka endorse bisa berbayar atau gratis yang dikenal dengan istilah free endorse.

● Media yang Dipakai

Berikutnya terletak pada media yang digunakan, jasa paid promote lebih menyasar akun publik seperti akun media atau akun edukasi. Sementara endorse menggunakan akun personal yang dimiliki public figure, selebgram, influencer, atlet dan sebagainya. Namun jika Anda memilih endorse, maka bisa menggunakan akun personal maupun publik.

● Harga yang Dipatok

Harga paid promote lebih terjangkau dibanding tarif endorse. Hal ini karena paid promote menggunakan konten dari pihak brand baik foto ataupun caption, sedangkan endorsement membutuhkan kreativitas pemilik akun. Namun tarif keduanya relatif, semakin banyak jumlah follower, interaksi, loyalitas pengikut otomatis akan semakin besar pula tarif yang dipatok.

Endorse Produk
Ilustrasi wanita me-review produk make up

Tips Sukses Melakukan Promosi Lewat Paid Promote dan Endorse

Bagi Anda pemilik usaha yang berniat menggunakan jasa paid promote dan endorsement dalam strategi promosi, namun masih ragu, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar sukses menggunakan strategi paid promote dan endorsement, diantaranya :

1. Kenali Kebutuhan Anda

Tips sukses pertama saat melakukan promosi adalah mengenali kebutuhan Anda. Apakah Anda membutuhkan pertambahan followers atau yang lainnya. Jika Anda ingin menaikkan performa akun, Anda bisa menggunakan endorse karena teknik ini menggunakan pendekatan berbeda, selebgram akan berkreasi dengan produk yang Anda miliki melalui konten yang mereka buat.

2. Tetapkan Budget

Anggaran merupakan hal yang sangat penting agar Anda tidak merugi namun memberikan hasil seperti harapan. Terlebih bagi Anda yang masih merintis usaha, tentu dibutuhkan efisiensi termasuk dalam hal promosi.

Alih-alih memilih akun publik atau selebgram dengan banyak follower, Anda bisa menggunakan jasa akun atau selebgram dengan pengikut sedikit namun memiliki dampak besar.

3. Cek Engagement Rate Akun yang Akan Anda Gunakan Jasanya

Melanjutkan poin sebelumnya, di internet ada banyak sekali akun-akun potensial meskipun pengikut mereka belum banyak. Nah, salah satu cara mengecek bagaimana performa akun mereka adalah melalui cek ER.

ER atau Engagement Rate adalah nilai interaksi yang dihasilkan oleh sebuah akun dari pengikutnya, baik itu jumlah like, komen, share dan sebagainya. Anda bisa menggunakan cara manual atau memakai bantuan aplikasi cek ER. Semakin tinggi nilai ER yang dimiliki sebuah akun maka semakin baik pula performanya.

endorse awkarin

4. Perhatikan Cara Mereka Berinteraksi dan Tampilan Akun yang Dimiliki

Tak kalah penting dari ER adalah mengamati cara sebuah akun berinteraksi dengan pengikutnya, apakah akun tersebut memiliki konten yang mengedukasi ataukah hanya sekedar mencari sensasi. Tak kalah penting, tampilan akun juga menjadi sebuah hal yang patut Anda pertimbangkan, tentang bagaimana mereka menulis caption, hingga konten yang mereka bagikan, apakah sudah terkonsep atau hanya asal-asalan.

5. Pilih Akun yang Sesuai dengan Niche Produk Anda

Memilih akun yang satu niche dengan produk yang Anda miliki akan memberi dampak positif karena pemilik akun telah memiliki followers yang tersegmen dan memiliki minat yang sama akan sebuah produk.

6. Analisa secara Berkala

Hal terakhir yang tak kalah penting adalah rutin melakukan analisa dari promosi lewat paid promote atau endorsement yang telah Anda lakukan. Cek beberapa hal, seperti pertumbuhan jumlah followers, peningkatan interaksi, penjualan yang dihasilkan atau faktor lain yang menjadi fokus Anda.

Di era serba canggih seperti saat ini dibutuhkan beragam strategi yang sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya lewat paid promote atau endorse. Namun tak cukup sampai di situ, agar strategi Anda mampu memberi hasil terbaik, jangan lupa terapkan beberapa poin di atas

Related Posts

About The Author

Add Comment