var id = "3472070e75ea2e0ac3843f0f581601fa41aca377"; class="post-template-default single single-post postid-585 single-format-standard main" itemscope itemtype="http://schema.org/WebPage">

Melalui Fashion, Perusahaan Sukanto Tanoto Gairahkan Industri Rayon Viskosa Indonesia

Tanggal 29 Maret 2019 adalah hari istimewa bagi grup RGE. Pada hari tersebut, secara resmi Asia Pacific Rayon (APR) mulai beroperasi dengan ambisi untuk menjadi produsen serat Rayon Viskosa terintegrasi dan terbesar di dunia. Perusahaan Sukanto Tanoto yang satu ini memang terbilang masih cukup baru jika dibandingkan dengan unit bisnis lain yang ada dalam grup Royal Golden Eagle. Namun dengan fondasi yang kokoh dan sumber daya yang begitu besar, tidak butuh waktu lama bagi APR untuk mulai menunjukkan tajinya.

Pabrik Asia Pacific Rayon (APR) memiliki kapasitas 240.000 ton. Pabriknya berada di lokasi yang sama dengan APRIL Group, yakni di Pangkalan Kerinci. Di pabrik inilah APR memproduksi serat rayon viskosa yang terbukti lebih ramah lingkungan, terlebih jika dibandingkan dengan material mode lain.

Sustainable Fashion, Langkah Awal APR Gairahkan Industri Viscose Rayon

APR Bangkitkan Industri Rayon Viskosa Indonesia
Sumber : Ekonomi.Bisnis.com

Di Indonesia, pemanfaatan serat rayon viskosa dalam dunia fashion terbilang belum begitu populer. Kebutuhannya juga lebih sering dipenuhi melalui jalur impor. Padahal jika dibandingkan dengan material mode lain, rayon viskosa lebih ramah lingkungan. Setidaknya, material ini dapat terurai secara alami dalam waktu 2 tahun.

Untuk menggairahkan industri Rayon Viskosa dan mendorong terwujudnya sustainable fashion, perusahaan Sukanto Tanoto bekerja sama dengan 8 desainer busana muslim Indonesia. Sebanyak 64 karya yang terbuat dari bahan Rayon Viskosa dipamerkan dalam perhelatan Muffest 2019. Dalam gelaran tersebut, APR bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang berperan sebagai inisiator acara.

Busana muslim menjadi cara paling ideal untuk memperkenalkan Rayon Viskosa yang ramah lingkungan. Sifat bahan yang sejuk sangat cocok diaplikasikan pada busana-busana muslim. Sebagai salah satu pusat industri fashion muslim dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam menyebarkan tren busana yang berbasis pada sustainable fashion.

Pertumbuhan industri Rayon Viskosa pun terlihat positif. Jumlah permintaannya mencapai 5,7 juta ton di tahun 2019. Menurut prediksi APR, angka tersebut diperkirakan masih akan meningkat menjadi 8 juta ton pada tahun 2020 nanti. Dengan adanya pabrik Rayon Viskosa di Indonesia, persebarannya di tanah air diharapkan lebih cepat dan merata.

Rayon Viskosa, Masa Depan Industri Tekstil yang Ramah Lingkungan

Prediksi rayon viskosa sebagai masa depan industri tekstil bukan tanpa alasan. Sebagai material mode, rayon viskosa terasa sejuk saat dikenakan. Material ini terasa nyaman dan mudah menyerap warna. Selain itu, rayon viskosa juga mudah dipadukan dengan bahan-bahan lain.

Bagian terbaik dari bahan rayon viskosa ada pada sifatnya yang mudah terurai secara alami. Di masa depan, industri fashion akan lebih peduli pada prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Inilah yang membuat rayon viskosa menjadi kandidat yang cocok untuk industri tekstil di masa depan.

Sebagai salah satu unit bisnis RGE, Asia Pacific Rayon (APR) membuat material ini setingkat lebih tinggi. Proses produksi dilakukan secara terintegrasi demi tujuan efisiensi. Untuk meminimalisir kerusakan lingkungan, APR juga hanya menggunakan bahan baku yang diambil dari sumber-sumber yang berkelanjutan dan pro no deforestation. Semua itu dilakukan demi turut menjaga kelestarian hutan, khususnya hutan-hutan di Indonesia.

Untuk menjamin bahan baku diambil dari sumber yang berkelanjutan, transparansi rantai pasokan menjadi cara yang dipilih oleh perusahaan Sukanto Tanoto, tak terkecuali APR. Dengan praktek industri yang bersih dan pemanfaatan teknologi canggih, unit bisnis RGE ini mampu menghasilkan rayon viskosa berkualitas dengan tetap berpegang pada aturan guna mengurangi efek gas rumah kaca dan pencemaran oleh limbah industri.

Related Posts

About The Author

Add Comment