var id = "3472070e75ea2e0ac3843f0f581601fa41aca377"; class="post-template-default single single-post postid-449 single-format-standard main" itemscope itemtype="http://schema.org/WebPage">

Demam dan Hipertermia, Apakah Sama?

Demam merupakan salah satu penyebab banyak orangtua memanfaatkan Allianz klaim asuransi kesehatan untuk pengobatan anaknya. Wajar saja, karena demam bisa menjadi pertanda berbagai hal. Sehingga banyak orangtua yang lebih memilih untuk tidak mengambil risiko dan segera memeriksakan kondisi anaknya, meskipun kenaikan suhunya masih belum jauh di atas normal.

Namun, bagaimana dengan hipertermia? Pernahkah Anda mendengar istilah tersebut?

demam atau hipertermia

demam atau hipertermia

Sebenarnya, hipertermia juga adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas normal. Namun, istilah ini biasanya digunakan untuk suhu yang sudah mencapai 40 derajat celcius atau lebih. Berbeda dengan demam yang biasanya hanya di atas 37 derajat celcius. Demam juga biasanya terjadi saat tubuh mengalami infeksi baik karena virus maupun bakteri sehingga imun tubuh memberikan reaksi alaminya. Itulah sebabnya, mengatasi demam tidak harus dilakukan dengan pengobatan ke dokter. Anda masih bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat penurun demam yang bisa dibeli sendiri di apotik.

Sementara itu, hipertermia membutuhkan penanganan yang khusus. Sebab, suhu yang terlalu tinggi sangat berisiko menyebabkan penderitanya mengalami berbagai komplikasi akibat kerusakan berbagai organ penting, termasuk otak. Seseorang bisa mengalami hipertermia akibat beberapa hal, antara lain:

  • Berada di lingkungan yang panas dalam waktu lama
  • Memakai pakaian yang terlalu tebal sementara suhu di luar cenderung tinggi
  • Berada di bawah sinar matahari yang terik terlalu lama
  • Berolahraga di area yang bersuhu panas
  • Saluran keringat tersumbat karena pakaian yang digunakan
  • Melakukan aktivitas di ruangan dengan suhu tinggi

Seseorang yang mengalami hipertermia biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Suhu tubuh di atas 40 derajat celcius
  • Lemas
  • Keram pada bagiaan tubuh
  • Kulit kemerahan
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Penurunan kesadaran
  • Pingsan

Untuk pertolongan pertama pada penderita hipertermia, Anda bisa melakukannya dengan beberapa cara berikut:

  • Bawa penderita ke ruangan yang lebih sejuk
  • Jika penderita menggunakan pakaian tebal, maka sebaiknya ganti dengan pakaian yang lebih tipis
  • Kompres beberapa bagian tubuh dengan air es
  • Berikan minum
  • Segera minta penderita untuk mandi dengan air dingin

Namun, jika penderita sudah kehilangan kesadaran secara penuh, maka segera bawa ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan cepat dan tepat. (Vita)

Related Posts

About The Author

Add Comment